{"id":1007,"date":"2024-03-27T09:58:58","date_gmt":"2024-03-27T02:58:58","guid":{"rendered":"https:\/\/hrdpintar.com\/blog\/?p=1007"},"modified":"2024-03-27T13:13:16","modified_gmt":"2024-03-27T06:13:16","slug":"perbedaan-hitung-pph-21-menggunakan-ter-dan-aturan-sebelumnya-bagi-pegawai-tetap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hrdpintar.com\/blog\/perbedaan-hitung-pph-21-menggunakan-ter-dan-aturan-sebelumnya-bagi-pegawai-tetap\/","title":{"rendered":"Ini Dia Perbedaan Cara Hitung PPh21 TER dengan Aturan Lama Bagi Karyawan Tetap"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_59 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title \" >Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\" role=\"button\"><label for=\"item-6aedc5926b296\" ><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/label><input aria-label=\"Toggle\" aria-label=\"item-6aedc5926b296\"  type=\"checkbox\" id=\"item-6aedc5926b296\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/hrdpintar.com\/blog\/perbedaan-hitung-pph-21-menggunakan-ter-dan-aturan-sebelumnya-bagi-pegawai-tetap\/#1_Definisi_pegawai_tetap\" title=\"1.  Definisi pegawai tetap\">1.  Definisi pegawai tetap<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/hrdpintar.com\/blog\/perbedaan-hitung-pph-21-menggunakan-ter-dan-aturan-sebelumnya-bagi-pegawai-tetap\/#2_Definisi_Tarif_Efektif_Rata-rata_TER_PPh21\" title=\"2.  Definisi Tarif Efektif Rata-rata (TER) PPh21 \">2.  Definisi Tarif Efektif Rata-rata (TER) PPh21 <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/hrdpintar.com\/blog\/perbedaan-hitung-pph-21-menggunakan-ter-dan-aturan-sebelumnya-bagi-pegawai-tetap\/#2_Alasan_Kebijakan_Perhitungan_PPh_21_Diubah\" title=\"2. Alasan Kebijakan Perhitungan PPh 21 Diubah\">2. Alasan Kebijakan Perhitungan PPh 21 Diubah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/hrdpintar.com\/blog\/perbedaan-hitung-pph-21-menggunakan-ter-dan-aturan-sebelumnya-bagi-pegawai-tetap\/#3_Perbedaan_hitung_PPh_21_bagi_pegawai_tetap_menggunakan_Skema_TER_dengan_aturan_sebelumnya\" title=\"3 .Perbedaan hitung PPh 21 bagi pegawai tetap menggunakan Skema TER dengan aturan sebelumnya\">3 .Perbedaan hitung PPh 21 bagi pegawai tetap menggunakan Skema TER dengan aturan sebelumnya<\/a><ul class='ez-toc-list-level-4' ><li class='ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/hrdpintar.com\/blog\/perbedaan-hitung-pph-21-menggunakan-ter-dan-aturan-sebelumnya-bagi-pegawai-tetap\/#a_Aturan_sebelumnya\" title=\"a. Aturan sebelumnya\">a. Aturan sebelumnya<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/hrdpintar.com\/blog\/perbedaan-hitung-pph-21-menggunakan-ter-dan-aturan-sebelumnya-bagi-pegawai-tetap\/#b_Skema_TER\" title=\"b. Skema TER\">b. Skema TER<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/hrdpintar.com\/blog\/perbedaan-hitung-pph-21-menggunakan-ter-dan-aturan-sebelumnya-bagi-pegawai-tetap\/#4_Hitung_Mudah_PPh_21_TER_dengan_Kalkulator_PPh_21_TER_Hrdpintar\" title=\"4. Hitung Mudah PPh 21 TER dengan Kalkulator PPh 21 TER Hrdpintar\">4. Hitung Mudah PPh 21 TER dengan Kalkulator PPh 21 TER Hrdpintar<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pajak Penghasilan Pasal 21, atau yang sering disebut PPh 21, merupakan hal yang perlu dipahami dengan baik oleh setiap perusahaan dan juga bagian HR. PPh 21 adalah pajak yang dipotong langsung oleh perusahaan dari penghasilan karyawan tetap mereka. Namun, ada perubahan dalam metode perhitungannya yang perlu diperhatikan, terutama dalam penggunaan Tarif Efektif Rata-rata (TER) dibandingkan dengan aturan sebelumnya. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Definisi_pegawai_tetap\"><\/span>1.  Definisi pegawai tetap<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 168 Tahun 2023 mengartikan karyawan tetap sebagai individu yang secara teratur menerima atau memperoleh pendapatan, termasuk anggota dewan komisaris dan anggota dewan pengawas, serta karyawan yang bekerja berdasarkan kontrak untuk periode tertentu\u2014asalkan karyawan tersebut melakukan pekerjaan secara penuh dalam jabatan tersebut. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Definisi_Tarif_Efektif_Rata-rata_TER_PPh21\"><\/span>2.  Definisi Tarif Efektif Rata-rata (TER) PPh21 <span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pajak Penghasilan Pasal 21 atau PPh21 adalah jenis pajak yang dikenakan pada penghasilan seperti gaji, upah, honoriun atau tunjangan yang diterima oleh individu sebagai subjek pajak dalam pekerjaan atau jasa yang mereka lakukan.<br><br>Namun, sejak 1 Januari 2024, pemerintah telah melakukan perubahan dalam metode perhitungan PPh 21 dengan menerapkan Tarif Efektif Rata-rata (TER)  terbaru melalui Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2023 mengenai Tarif Pemotongan PPh 21 atas penghasilan terkait dengan pekerjaan, jasa, atau aktivitas wajib pajak individu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara keseluruhan, sistem perhitungan PPh 21 menggunakan TER dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu TER bulanan dan TER harian. TER bulanan ditentukan berdasarkan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) sesuai status pernikahan dan jumlah tanggungan Wajib Pajak pada awal tahun pajak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Alasan_Kebijakan_Perhitungan_PPh_21_Diubah\"><\/span>2. Alasan Kebijakan Perhitungan PPh 21 Diubah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perubahan dalam penghitungan PPh 21 tidak dilakukan tanpa alasan yang jelas. Pemerintah menjelaskan bahwa salah satu alasan utama di balik perubahan skema penghitungan PPh 21 adalah kompleksitas berbagai skema perhitungan yang saat ini dapat membingungkan para Wajib Pajak. Selain itu, beragamnya sekema perhitungan PPh 21 memberikan beban administrasi yang berat bagi para Wajib Pajak. <br><br>Berikut 3 tujuan yag ingin dicapai dengan adanya perubahan penghitungan PPh 21 :<br><br>1. Memberikan kemudahan dan kesederhanaan bagi para Wajib Pajak dalam menghitung pemotongan PPh Pasal 21 di setiap Masa Pajak <br>2. Meningkatkan tingkat kepatuhan para Wajib Pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya <br>3. Menyediakan fasilitas yang mempermudah dalam pengembangan sistem administrasi perpajakan yang dapat melakukan validasi terhadap perhitungan yang dilakukan oleh para Wajib Pajak. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Perbedaan_hitung_PPh_21_bagi_pegawai_tetap_menggunakan_Skema_TER_dengan_aturan_sebelumnya\"><\/span>3 .Perbedaan hitung PPh 21 bagi pegawai tetap menggunakan Skema TER dengan aturan sebelumnya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"a_Aturan_sebelumnya\"><\/span>a. Aturan sebelumnya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Untuk setiap masa pajak, kecuali masa pajak terakhir: (Penghasilan\u00a0bruto\u00a0sebulan\u2212biaya\u00a0jabatan\u2212iuran\u00a0pensiun\u00a0disetahunkan\u2212PTKP)\u00d7tarif\u00a0Pasal\u00a017\u00a0UndangUndang\u00a0(UU)\u00a0PPh\u00f712<\/li><li> &#8211; Perhitungan masa pajak terahir: PPh Pasal 21 setahun = (penghasilan bruto setahun \u2013 biaya jabatan \u2013 iuran pensiun \u2013 PTKP) x tarif Pasal 17 UU PPh; dan <br>&#8211; PPh Pasal 21 masa pajak terakhir = PPh Pasal 21 setahun \u2013 PPh Pasal 21 yang telah dipotong selain masa pajak terakhir. <\/li><\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"b_Skema_TER\"><\/span>b. Skema TER<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li> <strong>Setiap masa pajak, kecuali masa pajak terakhir:<\/strong> <br> Penghasilan bruto sebulan x TER Bulanan. <\/li><li> <strong>Perhitungan masa pajak terakhir:<\/strong> <br>&#8211;  PPh Pasal 21 masa pajak terakhir = (penghasilan bruto setahun \u2013 biaya jabatan \u2013 iuran pensiun \u2013 zakat\/ sumbangan keagamaan Wajib yang dibayar melalui pemberi kerja \u2013 PTKP) x rarif Pasal 17 UU PPh;<br>&#8211; PPh Pasal 21 masa pajak terakhir = PPh Pasal 21 setahun \u2013 PPh Pasal 21 yang telah dipotong selain masa pajak terakhir. <\/li><\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Hitung_Mudah_PPh_21_TER_dengan_Kalkulator_PPh_21_TER_Hrdpintar\"><\/span>4. Hitung Mudah PPh 21 TER dengan Kalkulator PPh 21 TER Hrdpintar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/hrdpintar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/image-6-1024x461.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1012\" width=\"768\" height=\"346\" srcset=\"https:\/\/hrdpintar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/image-6-1024x461.png 1024w, https:\/\/hrdpintar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/image-6-300x135.png 300w, https:\/\/hrdpintar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/image-6-768x346.png 768w, https:\/\/hrdpintar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/image-6.png 1866w\" sizes=\"auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><figcaption>Kalkulator PPh 21 TER Hrdpintar<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\n\nUntuk mengatasi kebingungan dalam perhitungan PPh 21 TER, terdapat solusi praktis yang dapat diadopsi oleh para Wajib Pajak. Salah satu solusi yang efektif adalah dengan menggunakan <a href=\"https:\/\/hrdpintar.com\/kalkulator\/pph21_ter\">kalkulator PPh 21 TER<\/a>  yang disediakan oleh Hrdpintar. Dengan menggunakan kalkulator tersebut, para Wajib Pajak dapat dengan mudah dan akurat menghitung jumlah pemotongan PPh Pasal 21 TER tanpa harus memusingkan diri dengan berbagai skema perhitungan yang rumit. Hal ini tidak hanya akan membantu meningkatkan keterampilan dalam melaksanakan kewajiban perpajakan, tetapi juga memastikan kepatuhan yang lebih baik terhadap aturan perpajakan yang berlaku. \n\n<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pajak Penghasilan Pasal 21, atau yang sering disebut PPh 21, merupakan hal yang perlu dipahami dengan baik oleh setiap perusahaan dan juga bagian HR. PPh 21 adalah pajak yang dipotong langsung oleh perusahaan dari penghasilan karyawan tetap mereka. Namun, ada perubahan dalam metode perhitungannya yang perlu diperhatikan, terutama dalam penggunaan Tarif Efektif Rata-rata (TER) dibandingkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":1013,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[152,146,425,147,396,399],"class_list":["post-1007","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-cara-menghitung-pajak-pph-21","tag-pajak-penghasilan","tag-pajak-thr-2024","tag-perhitungan-pajak-penghasilan","tag-pph21-ter","tag-pph21-terbaru"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hrdpintar.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1007","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hrdpintar.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hrdpintar.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hrdpintar.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hrdpintar.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1007"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/hrdpintar.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1007\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1015,"href":"https:\/\/hrdpintar.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1007\/revisions\/1015"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hrdpintar.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1013"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hrdpintar.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1007"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hrdpintar.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1007"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hrdpintar.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1007"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}